Minggu, 25 Oktober 2009

skenario dari Allah #2

waduh, pulang kul udh jam5 sore. perut udah mulæ nyanyi tadi.
e.. taunya, malah ktiduran. jam6 bangun, pas ada qomat dr mesjid samping kost. kontan tanpa basa-basi n g liat apa yg dpke langsung nyolot dah dr kasur. sgera aja wudlu, lari dah k masjd. bru nyadar, klo ada kancing bju yg ktggal.
hhe..
huft.. jam 6.13 pulg dr mesjd. mw makan dtahan sm tmen kost.. (kbayang pdhal t perut udh mlæ demo..)
tpat jam stgah 7 lbh dkt brgkt cri mkan. Bru nyampe warung tjuan blakg kmpus yg dg suasana sdrhana, langsung t psen lotek spesial bwtq yg tanpa telur n nambah sayur dg teman segelas es teh tawar. Hleuh, blm jg dtg t psenan trun t ujan deress..s.. banget. huft.. tpaksa ni mkanan udh abis, msh dah ktahan d warung..
huhuhu.. smpe jam ini ni ujan mlah nambah deresss.. Aja.. Wuaow.. Kpan pulang k kost ni (batinku)..?
Untung t k ingt ada mantel di jok. Udah. Meski msh dueress pke banget. Jd dah nekat t.. Wueh ternyata tanpa di duga, saking deresnya t mantel tembus. Ckckck.. Meski gt ttp ja "nekat is the best" hhe..
Na t sblm pulg jg dsmpet"in beli kwaci.
Hhehe.. Dg susah payah, akhrna smpe dah dkost dg kondisi yg membasah kuyup.
Hhe..
Alhmdlillah..
^_^

I want to back free.. hha,, emg bsa? ^^

stiap org ntu pasti da msalah. smkin kdpan, msalah mkin berat.. menandakan bhwa kekuatan qt utk mgatasi problematika hdup jg makin besar..
(chek it out in Q.S. AL-ANKABUT : 2)
idup t masalah n ujian..
lha,, kok mlah pgn trun. mana bs? apa g pgn idup lg?
hohoho..
apa jg gmalu. udah maju kok mundur lagi. pdhal t blm nyampe ttik nol..
ibaratkn j hdup qt t hutang yg musti kdu binti harus dbayar. bedanya, deadline pembayaran g dtentukan.. jd qt kdu siap kan kpanpun yg ngash utang ngenagih utangnya??
ya meski g bgtu byak, tp mnimal qt udh brusha..
msa klo ky gt qt pgn back free?
susah kan.
pdhal blm tentu jg stlah utang t lunas smua qt bs jd free..
yg da ya manfaatkan momen skrg..
trus jgn mundur, tp HADAPI..!!
mentang" mw free mlah mundur. gda free dlm hdup ni.. cz free yg hakiki t ddpt kala qt tlah menginjakkan kaki qt dsyurga..
udh tw kan knpa Xan slalu da msalah?
so,, nikmatin aja. gplu ngeluh..
cz smakn brat n byak msalah yg qt hdapi. t ptanda qt makin kuat n hebat..
ok?
keep spirit guy's..
sipppp... (^.~)
(dbuat sbg pengobat n penyemangat hti penulis yg lg down.. nb: bwt tmen" jg nih. hehe..)

Kamis, 09 Juli 2009

Subhanallah… Rencana Allah buatku kok selalu mengunadang senyum orang lain ya..^^

Sarapan 3jam Rp 25.000,- di Solo..
Hari ini, kamis 9 Juli 2009 ada cerita menarik lagi nih..


Rabu malem kemarin hapeQ berbunyi. Seperti biasa dg nada dering panggil power rangers. Hape pun ku buka, ternyata ada pemberitahuan ada remidi mekanika rekayasa, tak tanggung-tanggung ini satu kelas semuanya! Kontan aku kaget juga, perasaan sudah menerajakan dg sepenuh hati dan segenap kemampuan tanpa clingukan, hehehe…. Ikut remidi juga???
Mana acarana besok jam 9 lagi.. bingung. Tanpa piker panjang langsung aja ngomong sama bapak buat nganterin ke terminal besok paginya.. rencana dari rumah berangkat jam 6pagi.. karena sepeda tersayangku lagi terkena penyakit sendi yang kudu di obati..^^. yang biasanya Plaosan-Solo bisa kutempuh 1 sperempat jam dg sepeda tercintaku, akhirnya terpaksa aku menempuhnya 1jam lebih lama. Tidurlah setelah kejadian itu dg perasaan yang tak menentu.

subhanllah.. ternyata Allah berkehendak lain. Aku bangun kesiangan pkul 5. Kontan aja lgsung mloncat dari kasur lantai terkasihkku lalu kusamber air wudhu buat sholat subuh sekaligus memohon yang terbaik pada Allah di hari ini. Kontan setelah itu mandi, dg kondisi alam dsini (plaosan district) yang sungguh

Sabtu, 04 Juli 2009

Hilang, buram, kelam, terbang

Tiba petang harapku melayang
Gelap..
Semua hilang
Kesia-siaan pun menjadi pemandangan
Sesal tiada terbilang
Ingin ku tangisi apa yang hialng
Namun itu tak berarti!

Lupakah diriku atas indahnya malam??
Malam pun juga indah..
Lihatlah ke atas
Langit yang terbentang
Hitam memang
Namun begitu banyak bertaburan bintang

Betapa bintang yang kian berkilau
Menemani jiwa yang galau
Semakin mengingatkan pada Rabb Pengobat hati yang galau
Hampir ku lupa
Apa jadinya jika siang tanpa malam
Bagaimana pula malam tanpa siang??

Tidakkah aku berpikir
Selalu ada hikmah disetiap derap langkah
Dengan malamlah diriku bias mendekat pada Mu
Tidak akan pernah selamanya malam
Esok akan terbit sang fajar
Membawa jutaan harapan
Menunggu tuk ku jelang

Ya Rabb..
Syukurku padaMU yang telah torehkan hikmah
Pada hati yang hampir hilang

“Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan “Aku telah beriman” sedang mereka tidak diuji ?”
Q.S. Al-Ankabut : 2


Rizky Fajar H...

Minggu, 29 Maret 2009

Kisah Seorang Pencuri Terong

Di Damaskus, ada sebuah mesjid besar, namanya mesjid Jami' At-Taubah. Dia adalah sebuah masjid yang penuh keberkahan. Di dalamnya ada ketenangan dan keindahan. Sejak tujuh puluh tahun, di masjid itu ada seorang syaikh pendidik yang alim dan mengamalkan ilmunya. Dia sangat fakir sehingga menjadi contoh dalam kefakirannya, dalam menahan diri dari meminta, dalam kemuliaan jiwanya dan dalam berkhidmat untuk kepentingan orang lain.
Saat itu ada pemuda yang bertempat di sebuah kamar dalam masjid. Sudah dua hari berlalu tanpa ada makanan yang dapat dimakannya. Dia tidak mempunyai makanana ataupun uang untuk membeli makanan. Saat datang hari ketiga dia merasa bahwa dia akan mati, lalu dia berfikir tentang apa yang akan dilakukan. Menurutnya, saat ini dia telah sampai pada kondisi terpaksa yang membolehkannya memakan bangkai atau mencuri sekadar untuk bisa menegakkan tulang punggungnya. Itulah pendapatnya pada kondisi semacam ini.
Masjid tempat dia tinggal itu, atapnya bersambung dengan atap beberapa rumah yang ada disampingnya. Hal ini memungkinkan sesorang pindah dari rumah pertama sampai terakhir dengan berjalan diatas atap rumah-rumah tersebut. Maka, dia pun naik ke atas atap masjid dan dari situ dia pindah kerumah sebelah. Di situ dia melihat orang-orang wanita, maka dia memalingkan pandangannya dan menjauh dari rumah itu. Lalu dia lihat rumah yang di sebelahnya lagi. Keadaannya sedang sepi dan dia mencium ada bau masakan berasal dari rumah itu. Rasa laparnya bangkit, seolah-olah bau masakan tersebut magnet yang menariknya.
Rumah-rumah dimasa itu banyak dibangun dengan satu lantai, maka dia melompat dari atap ke dalam serambi. Dalam sekejap dia sudah berada di dalam rumah dan dengan cepat dia masuk ke dapur lalu mengangkat tutup panci yang ada disitu. Dilihatnya sebuah terong besar dan sudah dimasak. Lalu dia ambil satu, karena rasa laparnya dia tidak lagi merasakan panasnya, digigitlah terong yang ada ditangannya dan saat itu dia mengunyah dan hendak menelannya, dia ingat dan timbul lagi kesadaran beragamanya. Langsung dia berkata, 'A'udzu billah! Aku adalah penuntut ilmu dan tinggal di mesjid , pantaskah aku masuk kerumah orang dan mencuri barang yang ada di dalamnya?' Dia merasa bahwa ini adalah kesalahn besar, lalu dia menyesal dan beristigfar kepada Allah, kemudian mengembalikan lagi terong yang ada ditangannya. Akhirnya dia pulang kembali ketempat semula. Lalu ia masuk kedalam masjid dan mendengarkan syaikh yang saat itu sedang mengajar. Karena terlalu lapar dia tidak dapat memahami apa yang dia dengar.
Ketika majlis itu selesai dan orang-orang sudah pulang, datanglah seorang perempuan yang menutup tubuhnya dengan hijab -saat itu memang tidak ada perempuan kecuali dia memakai hijab-, kemudian perempuan itu berbicara dengan syaikh. Sang pemuda tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakannya. Akan tetapi, secara tiba-tiba syaikh itu melihat ke sekelilingnya. Tak tampak olehnya kecuali pemuda itu, dipanggilah ia dan syaikh itu bertanya, 'Apakah kamu sudah menikah?', dijawab, 'Belum,'. Syaikh itu bertanya lagi, 'Apakah kau ingin menikah?'. Pemuda itu diam. Syaikh mengulangi lagi pertanyaannya. Akhirnya pemuda itu angkat bicara, 'Ya Syaikh, demi Allah! Aku tidak punya uang untuk membeli roti, bagaimana aku akan menikah?'. Syaikh itu menjawab, 'Wanita ini datang membawa khabar, bahwa suaminya telah meninggal dan dia adalah orang asing di kota ini. Di sini bahkan di dunia ini dia tidak mempunyai siapa-siapa kecuali seorang paman yang sudah tua dan miskin', kata syaikh itu sambil menunjuk seorang laki-laki yang duduk di pojokkan. Syaikh itu melanjutkan pembicaraannya, 'Dan wanita ini telah mewarisi rumah suaminya dan hasil penghidupannya. Sekarang, dia ingin seorang laki-laki yang mau menikahinya, agar dia tidak sendirian dan mungkin diganggu orang. Maukah kau menikah dengannya? Pemuda itu menjawab 'Ya'. Kemudian Syaikh bertanya kepada wanita itu, 'Apakah engkau mau menerimanya sebagai suamimu?', ia menjawab 'Ya'. Maka Syaikh itu mendatangkan pamannya dan dua orang saksi kemudian melangsungkan akad nikah dan membayarkan mahar untuk muridnya itu. Kemudian syaikh itu berkata, 'peganglah tangan isterimu!' Dipeganglah tangan isterinya dan sang isteri membawanya kerumahnya. Setelah keduanya masuk kedalam rumah, sang isteri membuka kain yang menutupi wajahnya. Tampaklah oleh pemuda itu, bahwa dia adalah seorang wanita yang masih muda dan cantik. Rupanya pemuda itu sadar bahwa rumah itu adalah rumah yang tadi telah ia masuki.
Sang isteri bertanya, 'Kau ingin makan?' 'Ya' jawabnya. Lalu dia membuka tutup panci didapurnya. Saat melihat buah terong didalamnya dia berkata: 'heran siapa yang masuk kerumah dan menggigit terong ini?!'. Maka pemuda itu menangis dan menceritakan kisahnya. Isterinya berkomentar, 'Ini adalah buah dari sifat amanah, kau jaga kehormatanmu dan kau tinggalkan terong yang haram itu, lalu Allah berikan rumah ini semuanya berikut pemiliknya dalam keadaan halal. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu ikhlas karena Allah, maka akan Allah ganti dengan yang lebih baik dari itu.
(Sumber: Alsofwah.or.id)

Senin, 29 Desember 2008


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini


Ya Allah, Wahai Yang Maha Mendengar jadikan pertemuan ini membuat kami mampu mengenal diri kami, tuntun kami untuk memperbaiki yang salah, bukakan hati kami untuk dapat mengenal jalan hidup kami, jadikan setiap langkah kami benar-benar tepat di jalan yang Engkau sukai sehingga tiada yang kami tuju selain hanya Engkau Yang Maha Menatap. Amiin Ya Robbal’alamin.

Saudara-saudaraku Sekalian,
Program yang harus dimiliki oleh dai agar ia sukses adalah cukup dengan tiga (i) yaitu terdiri dari ; pertama dai yang sukses adalah dai yang mendakwahi diri sendiri,

Senin, 15 Desember 2008

Cermin Tak Pernah Berdusta
By: Shaffix

Cermin yang biasa kupandangi setiap hari...
Sekali lagi membiaskan bayangan diri...
Wajah ini, mata ini tempat s'gala dosa bermula...
Kan indahkan akhir s'gala cita...

Apakah diriku ini kan bercahaya bersinar di surga-MU...
Menatap penuh rindu...
Ataukah diriku ini kan harus legam terbakar dalam nyala...
Di neraka membara...

Sungguh berbeda yang nampak dan yang tersembunyi
Hanya kepalsuan menipu topeng belaka...
Walau kini tubuh ini hati yang merajai diri...
T'lah bersalah hamba-Mu melangkah...

Cermin tak pernah berdusta...
Yang indah topeng semata...
Ya Allah aku malu t'lah tertipu...
Ampuni hamba seb'lum akhir waktu...

Kemanakah diriku ini...
Berakhir disurga atau di neraka-MU...
Aku takkan mampu...

Apakah diriku ini kan bercahaya bersinar di surga-MU...
Menatap penuh rindu...
Ataukah diriku ini kan harus legam terbakar dalam nyala...
Di neraka membara...

Selamatkan aku...
Kemanakah diriku, diriku ini berakhir...
Amin.. ya robbal 'alamin...